Dunia Tak Selebar Daun Kelor
Pernah dengar pepatah diatas? sering mungkin, pepatah yang memiliki arti bahwa bumi sangat luas, banyak yang belum kita telusuri, banyak hal-hal yang belum kita ketahui. Saya juga sering mendengar pepatah ini, pun mengucapkannya, tapi sampai saat ini saya belum pernah melihat daun kelor sama sekali, seperti apakah bentuknya. Saya ingat beberapa hari yang lalu mengunjungi toko buku, disitu ada sebuah buku tentang manfaat daun kelor untuk pengobatan, di sampulnya tercetak gambar daun kelor, itulah pertama kalinya saya melihat bentuk daun kelor, berdasarkan buku tersebut, ukuran daun kelor kecil, kira-kira sebesar koin seratusan, saya berpikir memang sangat pas pepatah yang berbunyi "dunia tak selebar daun kelor", karena jelas fisiknya kecil sekali bahkan apabila dibandingkan dengan daun belimbing yang menurut saya ukuran daunnya juga kecil.
Tapi pepatah ini barangkali tak berlaku jika dikaitkan dengan lingkungan yang baru, menurut saya kita tak pernah benar-benar menjadi orang asing, bahkan dalam lingkungan yang memang baru pertama kali kita masuki, cobalah bercerita dengan orang-orang di lingkungan anda yang baru, pasti ada saja hal yang saling terkait, misalnya ternyata kita berasal dari daerah yang sama, atau mungkin barangkali mereka juga kenal dengan seseorang yang kita kenal.
kenapa saya bisa mengambil kesimpulan seperti itu, karena saya sering mengalaminya, bahkan ketika berkunjung ke luar negeri sekalipun, dulu waktu masih di kampus saya memiliki kesempatan mengikuti magang di Malaysia tepatnya di Malaka selama 3 bulan, saya merasa betul-betul jadi orang asing disana, kecuali dengan teman yang juga ikut magang tentunya, yang jelas di Melaka saya tidak punya famili atau kenalan sama sekali. Ada satu waktu ketika kami pergi berbelanja untuk oleh-oleh, saya mendengar lagu minang diputar di toko tersebut, teman saya nyeletuk pakai bahasa minang, "ado lo lagu wak disiko", nah mendengar ini si empunya toko bilang "dari Padang yo?", singkat cerita ternyata dia orang minang yang lama merantau ke Malaka dan ternyata rumah orang tuanya tak jauh dari rumah saya. Nah akhirnya kami dapat diskon dari pemilik toko, he.he.. padahal sebelumnya kami sibuk menawar pakai bahasa Melayu. :)
Ada juga kejadian lain, saat saya mengikuti LPJ, pesertanya dari daerah Sumbar, Jambi, Riau, dan Kepri, ternyata salah satu peserta yang dari Kepri mengajar di sekolah yang sama dengan sepupu saya. Banyak lagi kejadian serupa yang membuat saya bertanya apakah benar dunia tak selebar daun kelor???
Jadi kalau sudah seperti ini pepatah apakah yang tepat untuk mewakilinya????
Bagaimanapun ini adalah opini saya yang didapatkan dari menyimpulkan kejadian yang saya alami, kenyataannya masih banyak sekali tempat yang belum saya kunjungi, bahkan untuk daerah Sumbar yang mewakili 2,2% wilayah Indonesia ........
akhirnya yah " Dunia Tak Selebar Daun Kelor"...............
Tapi pepatah ini barangkali tak berlaku jika dikaitkan dengan lingkungan yang baru, menurut saya kita tak pernah benar-benar menjadi orang asing, bahkan dalam lingkungan yang memang baru pertama kali kita masuki, cobalah bercerita dengan orang-orang di lingkungan anda yang baru, pasti ada saja hal yang saling terkait, misalnya ternyata kita berasal dari daerah yang sama, atau mungkin barangkali mereka juga kenal dengan seseorang yang kita kenal.
kenapa saya bisa mengambil kesimpulan seperti itu, karena saya sering mengalaminya, bahkan ketika berkunjung ke luar negeri sekalipun, dulu waktu masih di kampus saya memiliki kesempatan mengikuti magang di Malaysia tepatnya di Malaka selama 3 bulan, saya merasa betul-betul jadi orang asing disana, kecuali dengan teman yang juga ikut magang tentunya, yang jelas di Melaka saya tidak punya famili atau kenalan sama sekali. Ada satu waktu ketika kami pergi berbelanja untuk oleh-oleh, saya mendengar lagu minang diputar di toko tersebut, teman saya nyeletuk pakai bahasa minang, "ado lo lagu wak disiko", nah mendengar ini si empunya toko bilang "dari Padang yo?", singkat cerita ternyata dia orang minang yang lama merantau ke Malaka dan ternyata rumah orang tuanya tak jauh dari rumah saya. Nah akhirnya kami dapat diskon dari pemilik toko, he.he.. padahal sebelumnya kami sibuk menawar pakai bahasa Melayu. :)
Ada juga kejadian lain, saat saya mengikuti LPJ, pesertanya dari daerah Sumbar, Jambi, Riau, dan Kepri, ternyata salah satu peserta yang dari Kepri mengajar di sekolah yang sama dengan sepupu saya. Banyak lagi kejadian serupa yang membuat saya bertanya apakah benar dunia tak selebar daun kelor???
Jadi kalau sudah seperti ini pepatah apakah yang tepat untuk mewakilinya????
Bagaimanapun ini adalah opini saya yang didapatkan dari menyimpulkan kejadian yang saya alami, kenyataannya masih banyak sekali tempat yang belum saya kunjungi, bahkan untuk daerah Sumbar yang mewakili 2,2% wilayah Indonesia ........
akhirnya yah " Dunia Tak Selebar Daun Kelor"...............

Komentar
Posting Komentar