Berbagi Rezki
Siang itu saya sedang duduk di atas angkot, angkot yang selalu saya tumpangi untuk pulang kerumah sehabis mengajar. Tidak lama setelah saya naik, seorang bapak di persimpangan juga ikut menumpang, dan duduk dideretan bangku pendek, atau biasa juga disebut bangku lima, karena kapasitasnya adalah lima penumpang. umurnya kira-kira 60-an, pakaianny lusuh, kemeja lengan panjang berwarna coklat, celana panjang, plus peci, di punggungnya bapak ini membawa sebuah ransel berwarna hitam yang juga sudah lusuh, dan membawa tongkat. Satu lagi yang tak luput dari pengamatan saya adalah bapak ini membawa sebuah ember kecil yang isinya bisa saya lihat adalah uang receh, jumlahnya tak sampai seribu rupiah. Dari penampilan bapak ini, saya berkesimpulan kalau ia adalah seorang peminta-minta. Tak lama berselang, angkot berhenti karena ada lampu merah, seorang pengamen meminta izin kepada sopir untuk mengamen, tak sampai selesai satu lagu, ia mengedarkan kantong plastik kepada para penumpang,...